Literasi Bahasa Indonesia mendapat alokasi waktu terbesar di seluruh UTBK: 30 soal dalam 45 menit. Porsi itu bukan kemurahan hati — bacaannya memang panjang, dan pertanyaannya menuntut lebih dari sekadar menemukan informasi di teks.
Subtes Pemahaman Bacaan dan Menulis di TPS menanyakan apa yang tertulis. Literasi menanyakan apa artinya dan apa implikasinya. Pertanyaan khasnya: apa asumsi yang mendasari argumen penulis, informasi tambahan mana yang akan melemahkan kesimpulan, atau bagaimana sikap penulis terhadap topiknya.
Karena itu membaca sekali dengan teliti lebih berguna daripada membaca cepat tiga kali.
Pertanyaan asumsi. Asumsi adalah sesuatu yang harus benar agar argumen penulis berdiri, tapi tidak dinyatakan di teks. Cara mengujinya: negasikan pilihan jawaban. Kalau argumen penulis jadi runtuh, itulah asumsinya.
Pertanyaan memperkuat atau memperlemah. Kamu mencari informasi baru di luar teks yang memengaruhi kekuatan argumen. Kesalahan umum: memilih pernyataan yang sekadar mengulang isi bacaan. Pengulangan tidak memperkuat apa pun.
Pertanyaan sikap penulis. Jawabannya jarang ekstrem. Penulis teks ilmiah populer umumnya bersikap hati-hati, bukan mencela atau memuja. Pilihan yang terlalu keras biasanya salah.
Skor literasi naik paling nyata lewat kebiasaan membaca teks argumentatif yang padat — opini di media serius, laporan riset, esai panjang. Bacalah sambil bertanya: apa klaim utamanya, dan apa alasan yang diberikan?
Kebiasaan itu yang membuat soal asumsi dan pelemahan argumen terasa jauh lebih mudah, karena kamu sudah terbiasa melihat tulisan sebagai bangunan argumen, bukan sebagai kumpulan informasi.
Uji kemampuanmu lewat try out gratis, atau berlatih dengan jumlah soal penuh di paket lengkap 175 soal. Kembali ke panduan lengkap SNBT.