Penalaran Matematika berisi 20 soal dan merupakan bagian dari Tes Literasi, bukan Tes Potensi Skolastik. Penempatan itu bukan kebetulan: yang diuji adalah literasi matematika — kemampuan memakai matematika untuk memahami situasi nyata, bukan kemampuan berhitung.
Pengetahuan Kuantitatif memberi soal yang sudah berbentuk matematis dan memintamu menyelesaikannya. Penalaran Matematika memberi cerita panjang — data konsumsi listrik rumah tangga, jadwal produksi pabrik, statistik kunjungan wisata — lalu memintamu menemukan sendiri model matematikanya.
Hitungannya justru sering lebih sederhana. Yang berat adalah tahap sebelum menghitung.
Urutan yang bekerja untuk hampir semua soal di subtes ini:
Banyak peserta langsung mengambil angka yang terlihat dan mengalikannya. Soal di subtes ini memang sengaja menyediakan angka yang tidak relevan.
Persentase bertingkat. Naik 20% lalu turun 20% tidak mengembalikan nilai awal — hasilnya 96% dari nilai semula. Soal seperti ini muncul hampir setiap tahun.
Rata-rata gabungan. Rata-rata dari dua kelompok bukan rata-rata dari kedua rata-ratanya, kecuali jumlah anggotanya sama.
Membaca grafik secara terburu-buru. Perhatikan apakah sumbu dimulai dari nol, dan apakah satuannya ribuan atau jutaan.
Latih tahap pemodelannya secara terpisah. Ambil soal cerita, lalu berhenti setelah menuliskan model matematikanya — jangan dihitung. Periksa apakah modelmu benar. Setelah beberapa puluh soal, tahap yang tadinya paling lambat akan jadi otomatis.
Menghitung adalah bagian yang sudah kamu kuasai sejak SMP. Yang perlu dilatih adalah bagian sebelumnya.
Subtes ini termasuk dalam try out gratis 35 soal maupun paket lengkap 175 soal. Lihat seluruh subtes di panduan lengkap SNBT.